Janjiku untukmu Bunda
saat ku sedih
senyummu menyelimuti hatiku
tak kau biarkan tawaku
terbakar oleh api kemarahanku
saat ku tertawa
tawamu pun menyelingi tawaku
ikut berbahagia, menikmati indahnya dunia
saat aku terlelap
saat bulan masih menemani malam yang gelap
saat bintang masih menyinari gelapnya malam
sayup ku dengar, namaku disebut
di tengah-tengah do'a malammu
do'a yang selalu kau panjatkan pada-Nya
aku takkan cemas menghadapi kelamnya duniaku
aku takkan ragu untuk bermimpi setinggi mungkin untuk menyiapkan cita-citaku
dan aku takkan khawatir jika nanti aku terjatuh saat mengejar cita-citaku
karena Engkau selalu ada untukku
karena Engkau selalu siap mendampingiku
dan karena do'a-do'a mu yang selalu menyertaiku
takkan ku kecewakan kau Bunda
takkan ku biarkan air matamu jatuh karena kenakalan-kenakalanku lagi
tapi ku relakan, ku ikhlaskan, air matamu jatuh karena kesuksesanku kelak.
Aisyah Anggun Ramadhani Putri
15 November 2011